Sedikit dari Jogja Java Carnival 2011

Image

Perhelatan Jogja Java Carnival berlangsung pada 22 Oktober 2011. Cukup meriah dengan antusias penonton yang begitu besar. Namun saya tidak bisa menikmatinya secara penuh acara ini. Penonton membludak, dan saking membludaknya mereka juga memenuhi jalanan yang menjadi arena pawai. Peserta pawai, penonton dan penonton ala fotografer campur aduk di jalanan malioboro. Sungguh saya tidak bisa menikmatinya. Semoga kedepan acara tahunan ini bisa lebih baik lagi.

Kerumunan masa di Jalan Malioboro

Kerumunan masa di Jalan Malioboro

Peri yg jalan cepet banget

Peri yg jalan cepet banget

Burung di tengah lautan manusia

Burung di tengah lautan manusia

Entah apa ini namanya

Entah apa ini namanya

Kids

Kids

Garuda ditengah lautan manusia

Garuda ditengah lautan manusia

Buto

Buto

Suku Jadi-jadian

Suku Jadi-jadian

 

Jogja dan Kereta “Progo”

Image

Gerbong Lesehan Kerata Ekonomi Progo

Gerbong Lesehan Kerata Ekonomi Progo

Jogja memang terkenal dengan lesehannya. Lesehan dimana semua orang dalam acara makan bersama hanya duduk beralaskan tikar yg melapisi lantai agar tidak dingin atau kotor. Namun, hal ini saya temukan juga di dalam kereta ekonomi Progo ketika saya hendak berangkat ke Jakarta pada tanggal 13 Juli 2011. Sungguh sangat mengenaskan, karena sebenarnya gerbong yg saya tempati ini adalah gerbong paling belakang  yang biasanya dikosongkan dan difungsikan sebagai pengaman kereta. Brrrr, saya sempat merasa ngeri juga, jika…jikaa..jikaaaa, tapi tempat ini menurut saya adalah tempat yg paling nyaman, dengan status tiket tanpa kursi saya. Dari pada harus berdiri 10-12jam diantara kursi-kursi penumpang dengan gangguan lalu lalang pedangang kaki lima yang tanpa henti selama perjalanan, saya memutuskan menempati seat ini. (Biar agak keren dikit.., pdahal gak ada nomor kursinya).

Geng Horeee!!

Image

Horeee

Horeee

Geng Horee!!!, sebut saja Geng Horee!!. Orang-orang di atas ini adalah teman-teman kerja saya di sebuah institusi kampus yang FEB UGM, saya berada yang berada di pojok atas paling kiri. Bingung ya, kenapa saya ada disitu?? Gak juga lah, kamera jaman sekarang sudah ada timerya. #Gak penting

Nindi dan Datu

Waktu sedang mendampingi para peserta pelatihan dari suatu institusi ke salah satu pantai di Gunung Kidul, saya mencoba-coba kamera Nikon milik kantor saya. Nindi dan datu, teman sekantor saya menjadi modelnya. Dan inilah hasilnya.

Datu

Datu

Nindi

Nindi

Jump!!

Saya sangat hobi membuat foto freeze dengan manusia sebagai objeknya, atau biasa disebut foto loncat. Ini adalah foto loncat yang paling saya suka. Model dalam foto ini adalah Obby, dia adalah teman guyub saya di Backpaker Community Kaskus regional Yogyakarta (BPC Kaskus Reg Yogyakarta). Dan foto ini saya ambil di pantai Klayar, Pacitan, saat melakukan travelling bersama BPC.

Akun Ingin Terbang

Photos : “Ayo ke Jogja”

Foto-foto di bawah ini saya ambil pada tanggal 5 Desember 2010, pasca bencana merapi, November 2010, dalam sebuah acara yg diprakarsai oleh pemerintah koya Yogyakarta. Misi dari acara ini adalah untuk untuk berdoa memohon kepada Tuhan agar Kota Yogyakarta tetap dilindungi dari segala sesuatu yang mengancam dan menunjukkan bahwa kota Yogyakarta aman, nyaman dan siap dikunjungi wisatawan.

Semangat grubyug-rembug, guyub-rukun saiyeg saeko kapti, jadikan etos kerja untuk gumreget, gumregah, gumregut-sengkud, mbangun nagri. Inilah keistimewaan Jogja yang sesungguhnya.

Bergodo (Prajurit Kraton)


Hanoman (Kera Putih) dan Kumbakarno (Kera Merah)


Sri Sultan HB X dan Walikota Herry Zudianto

 


Surjan dan Bendera Kenduri Jogja

 


Doa Bersama para pemuka agama

 

Sri Sultan HB X saat memberikan Smabutan

Pemotongan Tumpeng yg diawali Sri Sultan HB X

Ayo Ke Jogja


Gantole membawa tulisan “Ayo ke Jogja”